Latar Belakang
Banjir bandang 2025 menelan korban karena tidak ada peringatan dini.
Masalah
Sungai-sungai di Bali rawan meluap saat hujan ekstrem.
Solusi
Bali membutuhkan sistem ketahanan bencana terpadu
Rancangan
Infrastruktur
Sensor debit air dipasang di hulu - hulu sungai.
Cara Kerja
Data dikirim secara real-time ke aplikasi BaliSiaga.
Konektivitas
Warga menerima notifikasi dini jika debit air meningkat.
Kenapa ini penting?
Bali memiliki delapan sungai besar yang mengalir dari daerah pegunungan menuju kawasan padat penduduk. Saat musim hujan, sungai-sungai ini berpotensi menimbulkan banjir bandang yang datang tiba-tiba dan sulit diprediksi. Untuk itu, pemasangan alat peringatan dini sangat penting agar masyarakat mendapat waktu cukup untuk menyelamatkan diri. Kehadiran sistem ini dapat meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian materi.
Skema Rancangan
Garis besar rancangan sistem peringatan dini banjir bandang menggabungan IOT & aplikasi PWA:
Real-time Monitoring
Sensor ultrasonik + ESP32 mendeteksi tinggi permukaan air sungai secara presisi dan mengirimkan data setiap detik.
Clean Energy
Ditenagai oleh panel surya dengan sistem baterai cadangan, alat tetap aktif meskipun dalam kondisi hujan deras atau listrik padam.
Durable Design
Box elektronik tahan cuaca (weatherproof) melindungi PCB, baterai, dan modul komunikasi dari hujan, panas, dan banjir.
Smart Connectivity
Dilengkapi GSM/WiFi, data ketinggian air dikirim ke cloud dan bisa diakses melalui aplikasi di smartphone.
Flood Alerts
Notifikasi otomatis muncul di aplikasi ketika ketinggian air melewati ambang batas, memberi peringatan dini potensi banjir bandang, dan juga di kirim ke sirine tempat publik.
Easy Maintenance
Struktur modular dengan tiang besi dan box yang mudah dibuka membuat perawatan serta perbaikan lebih praktis di lapangan.
Tentang Penggagas
BaliSiaga.com diinisiasi oleh seorang warga Bali bernama Ketut Adhi Apriana untuk membangun sistem Early Warning System di hulu sungai. Sensor debit air terhubung dengan aplikasi mobile dan sirine publik, sehingga masyarakat bisa menerima peringatan dini banjir langsung di genggaman.
Ketut Adhi Apriana, S.Sn., M.Sn.
Adalah seorang Seniman - Creative Technologist, berlatar Magister Desain Komunikasi Visual yang memiliki beberapa pengalaman di proyek - proyek startup di Indonesia & Amerika
Tahap Pengembangan
Pembuatan sistem peringatan dini bencana ini akan melalui 3 tahapan, dimulai dari pengembangan prototipe hingga implementasi:
PERENCANAAN
- Identifikasi kebutuhan lapangan
- Riset teknologi sensor & komunikasi
- Desain hardware dan aplikasi
- Pemetaan lokasi pemasangan
- Penyusunan anggaran & jadwal
- Bug tester aplikasi V1 dan perbaikan
- Launching aplikasi dan penyuluhan Beta testing
PROTOTIPE
- Pembuatan perangkat sensor & box elektronik
- Integrasi panel surya dan baterai cadangan
- Pengembangan aplikasi notifikasi mobile
- Uji coba fungsional di sungai kecil
- Evaluasi & penyempurnaan sistem
PELUNCURAN
- Pemasangan di titik-titik rawan banjir
- Integrasi data ke dashboard pemerintah/komunitas
- Sosialisasi penggunaan aplikasi ke warga
- Aktivasi sistem peringatan dini real-time
- Pemeliharaan & peningkatan berkelanjutan
DUKUNG KAMI!
BaliSiaga tidak bisa berjalan sendiri. Mari bersama-sama membangun Bali yang lebih aman dan tangguh menghadapi bencana. Kami membuka peluang sponsor dari lembaga, perusahaan, dan individu.